Berita

Rayyan Arkan Dikha, Anak Joki Viral Asal Kuansing, Bakal Tampil di Penutupan Piala Presiden 2025

×

Rayyan Arkan Dikha, Anak Joki Viral Asal Kuansing, Bakal Tampil di Penutupan Piala Presiden 2025

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 07 12 at 12.48.32 9ba9726b
Sosok anak joki cilik yang sempat viral di media sosial, Rayyan Arkan Dikha, akan tampil dalam acara penutupan Piala Presiden Republik Indonesia 2025 yang akan digelar secara megah di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu malam mendatang (13/07/2025).Foto by:Pacu Jalur Story

KORANINVESTIGASI|Kabar menggembirakan datang dari dunia olahraga dan budaya tanah air.

Sosok anak joki cilik yang sempat viral di media sosial, Rayyan Arkan Dikha, akan tampil dalam acara penutupan Piala Presiden Republik Indonesia 2025 yang akan digelar secara megah di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu malam mendatang (13/07/2025).

Informasi ini disampaikan langsung oleh perwakilan keluarga, Dzikri Maulana, dalam keterangannya kepada wartawan pada Sabtu (12/07/2025).

Dzikri menyebut, penampilan Dikha bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk kolaborasi budaya yang akan melibatkan ribuan anak-anak serta artis nasional.

“Rencananya, Dikha akan tampil dalam segmen khusus pada pukul 21.00 WIB. Ia akan membawakan tarian Pacu Jalur, berkolaborasi dengan sekitar 2.500 anak-anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) serta penampilan musisi nasional seperti Yura Yunita, pengisi suara karakter Jumbo, dan Prince Poetiray,” ujar Dzikri.

BACA JUGA: Pacu Jalur, Anak Viral, dan Janji Menteri: Kuansing Bersiap Jadi Panggung Wisata Dunia

Dari Jalur Sungai ke Panggung Nasional

WhatsApp Image 2025 07 11 at 17.51.00 9e0353b2
Dikha disambut langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Whardana, serta Wakil Menteri, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik. Foto DOK IST

BACA JUGA: Konten Kreator Pacu Jalur di Kuansing Curhat: Kami Viralkan Tradisi, Tapi Seolah Tak Dianggap!

Nama Rayyan Arkan Dikha mencuat ke publik beberapa waktu lalu setelah videonya sebagai joki cilik dalam ajang Pacu Jalur di Kuantan Singingi viral di berbagai platform digital.

Sorotan bukan hanya datang dari gerak tubuhnya yang lincah dan penuh semangat, tetapi juga dari karisma dan kecintaannya yang mendalam terhadap budaya tradisional Riau.

Tak butuh waktu lama, video tersebut membuka jalan bagi Dikha untuk tampil di berbagai agenda budaya dan nasional, termasuk saat bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widiyanti Putri Wardana dan Wamenparekraf Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kini, panggung Piala Presiden menjadi momen penting berikutnya dalam perjalanan Dikha, sekaligus membawa identitas budaya Pacu Jalur menembus batas olahraga dan seni pertunjukan modern.

Presiden RI Dijadwalkan Hadir

Lebih lanjut, Dzikri juga mengungkapkan bahwa acara puncak penutupan Piala Presiden 2025 ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PSSI.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi pun turut diundang secara resmi sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal yang mulai mendapat perhatian nasional.

“Ini bukan hanya penampilan seni biasa, tapi bentuk nyata dari komitmen negara dalam mengangkat budaya daerah. Tarian Pacu Jalur akan ditampilkan di hadapan Presiden dan para tokoh olahraga nasional. Ini suatu kehormatan besar bagi masyarakat Kuansing,” tambah Dzikri.

Kebanggaan dan Momentum Budaya

Bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau, keterlibatan Dikha dalam acara nasional ini menjadi tonggak penting dalam mempromosikan budaya Pacu Jalur di level yang lebih luas.

Pacu Jalur bukan sekadar lomba perahu, tetapi warisan leluhur yang sarat nilai-nilai persatuan, keberanian, dan kerja sama.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kuansing, dalam pernyataan terpisah, menyebut momentum ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperluas pengakuan terhadap Pacu Jalur sebagai warisan budaya tak benda nasional—dan bahkan ke depannya, internasional.

“Kita ingin dunia mengenal Pacu Jalur. Dan kehadiran Dikha di ajang sebesar ini menjadi semacam duta budaya yang menginspirasi banyak anak-anak Indonesia untuk bangga dengan tradisi mereka,” ucapnya.

Membuka Peluang untuk Generasi Muda

Di tengah era digital dan modernisasi, penampilan Dikha juga menjadi pengingat bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk tampil di panggung nasional, asalkan diberi ruang dan dukungan yang tepat.

Rayyan Arkan Dikha tidak hanya membawa nama Kuansing. Ia membawa pesan bahwa budaya lokal masih hidup, tumbuh, dan bahkan bisa memukau ribuan penonton dalam stadion—dan jutaan lainnya lewat layar kaca.

Acara penutupan Piala Presiden 2025 ini dipastikan akan menjadi salah satu yang paling berkesan, bukan hanya karena penampilan para musisi papan atas dan kemeriahan sepak bola, tapi juga karena semangat seorang anak kecil yang tak pernah berhenti mendayung mimpi, dari arus sungai Kuantan hingga ke jantung budaya Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *