Berita

Berliana Betris,S.IP Saatnya Perempuan Bangkit,Bersama Cegah Kekerasan

×

Berliana Betris,S.IP Saatnya Perempuan Bangkit,Bersama Cegah Kekerasan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251103 WA0005

Bukittinggi, 3 November 2025 — Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi Golkar, Berliana Betris,S.IP menegaskan pentingnya langkah nyata dalam pemberdayaan perempuan dan pencegahan kekerasan maupun perundungan (bullying) yang marak di lingkungan sosial dan pendidikan.

Menurut Berliana, banyak kasus yang dialami perempuan, terutama ibu-ibu muda, berakar dari persoalan mendalam seperti tekanan ekonomi, pengalaman masa lalu yang traumatis, atau ketimpangan peran sosial dalam keluarga. Karena itu, kata dia, setiap kebijakan pemberdayaan harus disusun dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

> “Kita harus memahami dulu apa indikasi atau akar persoalannya. Kadang masalah ekonomi, kadang karena pengalaman masa lalu yang meninggalkan trauma. Maka, program pemberdayaan perempuan harus berjalan seiring antara penguatan mental dan peningkatan keterampilan,” ujar Berliana saat ditemui di ruang kantor DPRD Bukittinggi, Senin (3/11/2025).

 

Ia menjelaskan, perempuan berdaya bukan hanya berarti mampu bekerja atau menghasilkan pendapatan, tetapi juga memiliki kekuatan psikologis dan kepercayaan diri untuk berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, pelatihan keterampilan, pendampingan psikologis, dan pembinaan berkelanjutan menjadi hal penting untuk diwujudkan.

Selain fokus pada pemberdayaan, Berliana juga menyoroti fenomena bullying di kalangan pelajar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara sinergis antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

> “Bullying tidak bisa diselesaikan hanya di sekolah. Keluarga juga harus jadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Sekolah perlu pendekatan yang tegas dan mendidik, agar lingkungan belajar tetap aman dan berdaya,” tegasnya.

 

Berliana menambahkan, DPRD Bukittinggi bersama pemerintah daerah juga akan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Anti-Bullying, mencontoh langkah positif dari beberapa daerah lain yang telah lebih dulu memiliki payung hukum serupa.

> “Kita ingin Bukittinggi menjadi kota yang ramah perempuan dan anak. Untuk itu, regulasi dan aksi nyata harus berjalan beriringan. Semua pihak harus bergerak bersama, tanpa saling menyalahkan, agar masyarakat kita semakin kuat dan terlindungi,” tutup Berliana.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *