Daerah

Tangani Trauma Anak Korban Kekerasan, P3APPKB Kota Bukittinggi Sumbar Latih Petugas PFA di 3 Kecamatan

×

Tangani Trauma Anak Korban Kekerasan, P3APPKB Kota Bukittinggi Sumbar Latih Petugas PFA di 3 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 08 05 at 14.39.04 32db6e04
Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk menangani trauma anak korban kekerasan seksual. Pelatihan ini digelar selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Agustus 2025, dan menyasar tiga kecamatan: Mandiangin Koto Selayan (MKS), Guguak Panjang (GP), dan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

KORANINVESTIGASI|Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) menggelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk menangani trauma anak korban kekerasan seksual.

 

Pelatihan ini digelar selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Agustus 2025, dan menyasar tiga kecamatan: Mandiangin Koto Selayan (MKS), Guguak Panjang (GP), dan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

Fokus: Latih Tim Lapangan untuk Tanggap Psikologis

Pelatihan perdana dilaksanakan di Hotel Grand Bunda dan diikuti para aktivis PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) serta petugas UPTD PPA.

Mereka dilatih jadi garda terdepan dalam menangani anak-anak yang mengalami kekerasan seksual—khususnya dari sisi psikologis.

Apa itu PFA?

WhatsApp Image 2025 08 05 at 14.39.04 9a5fd84f

PFA atau Psychological First Aid adalah pertolongan psikologis awal yang diberikan pada korban kekerasan atau trauma, sebelum mereka menerima penanganan profesional lanjutan.

“Kekerasan pada anak nggak bisa cukup ditangani lewat hukum saja. Anak yang trauma butuh pendekatan yang empatik, cepat, dan tepat sejak awal,” tegas Kepala Dinas P3APPKB, Nauli Handayani, SKM., M.Si, saat membuka pelatihan.

Dibimbing Psikolog Profesional

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi., Psikolog, dengan fasilitator teknis Novika Vorika, SE dari Dinas P3APPKB. Materinya meliputi:

  • Pengantar dasar PFA
  • Teknik komunikasi empatik
  • Simulasi pendampingan kasus anak korban kekerasan

“PFA bukan terapi, tapi jembatan. Anak korban kekerasan harus tahu bahwa mereka nggak sendirian,” jelas Emmalia.

Pelatihan Interaktif dan Simulatif

Pelatihan berlangsung dinamis dengan studi kasus, diskusi kelompok, dan latihan simulasi. Peserta mengaku materi yang disampaikan sangat sesuai dengan situasi nyata yang mereka temui di lapangan.

Pelatihan selanjutnya akan dilaksanakan:

  • 6 Agustus: Kecamatan Guguak Panjang
  • 7 Agustus: Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh

Format kegiatan akan sama, tapi disesuaikan dengan konteks wilayah masing-masing.

“Harapannya, peserta pelatihan ini bisa jadi pelindung pertama sekaligus motor penggerak pencegahan kekerasan seksual anak di lingkungannya,” ungkap Novika.

Target: Setiap Kecamatan Punya Tim Tanggap Awal

P3APPKB menargetkan seluruh kecamatan di Bukittinggi punya SDM terlatih dalam penanganan trauma anak.

Ke depan, pelatihan lanjutan akan digelar, termasuk pembentukan jaringan pendamping berbasis komunitas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *