Bukittinggi, Jumat 5 Desember 2025 — Pasca bencana alam yang melanda wilayah Sumatra, Polresta Bukittinggi terus memantau arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang rawan dilalui. Kaur Bin OPS (KBO) Satlantas Polresta Bukittinggi, Ibda Azriyandi, S.H., mewakili Kasat Lantas AKP M. Irsyad Fathur Rachman, S.Tr.K, S.I.K., menjelaskan kondisi terkini akses jalan, rekayasa lalu lintas sementara, serta upaya pengawasan demi keselamatan pengguna jalan.
Menurut Ibda Azriyandi, titik rawan saat ini antara lain Lembah Anai dan Jembatan Kembar. Akses di lokasi ini, khususnya untuk kendaraan roda dua, masih dapat dilalui menjelang subuh dan usai jam kerja. Hal ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan perbaikan jalan. “Selama pekerjaan, seluruh kegiatan tetap diawasi oleh unsur prioritas, termasuk personel Brimob dan pekerja PU, sesuai instruksi badan pengawas pusat. Targetnya, dalam dua minggu ke depan akses jalan sudah dapat dilewati dengan lebih aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi kendaraan transportasi udara sementara disarankan melalui Pekanbaru menuju Bukittinggi. Sedangkan akses dari Sitinjau Lauik ke Bukittinggi maupun ke Padang tetap dapat dilalui, meskipun padat kendaraan. Titik rawan lain berada di jalur menuju Malalak dan Matur. Sebelumnya, akses di jembatan sempat ditutup karena kondisi jalan tidak memungkinkan, sehingga dialihkan ke Malampah. Meski badan jalan sempit, jalur ini menjadi satu-satunya akses dari Lubuak Basuang menuju Bukittinggi.
Polresta Bukittinggi juga mengerahkan personel dalam satuan tugas pengawasan dan pengamanan yang bergiliran piket selama tiga hari sekali sesuai yang telah di intruksi oleh Kapolresta bukittinggi. Ibda Azriyandi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan bijak menggunakan jalan. “Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tetap di rumah. Hal ini demi mencegah potensi risiko yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain aspek keselamatan, pengawasan arus lalu lintas juga mempertimbangkan kelancaran akses untuk sektor UMKM, pendidikan, ekonomi, dan kegiatan masyarakat lainnya. “Jalur lalu lintas menuju Bukittinggi merupakan urat nadi akses utama dari berbagai penjuru, sehingga perhatian kita tidak hanya untuk keselamatan, tetapi juga kelancaran mobilitas masyarakat,” pungkas Ibda Azriyandi.
—












