Berita

Pemko Bukittinggi Hadirkan Harapan, 262 Pelajar Terdampak Galodo Terima Santunan Pendidikan

×

Pemko Bukittinggi Hadirkan Harapan, 262 Pelajar Terdampak Galodo Terima Santunan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251217 WA0002

 

Bukittinggi — Kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan bagi pelajar yang terdampak bencana hidrometeorologi galodo di Sumatra Barat. Bertempat di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa, 16 Desember 2025, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi kepada para pelajar penerima manfaat.

Sebanyak 262 pelajar yang rumahnya terdampak langsung bencana menerima santunan pendidikan berupa bantuan tunai sebesar Rp200.000 per anak. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi TP PKK, GOW, Baznas, Yayasan Perempuan Amanah Minang (YPAM), serta dukungan sejumlah pengusaha yang turut menunjukkan kepedulian sosialnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak di tengah kondisi sulit.

“Anak-anak kita tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana. Mereka harus tetap bersekolah, terus belajar, dan menjaga semangat. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal atau terpaksa berhenti sekolah,” tegasnya.

Selain bantuan tunai, Pemerintah Kota Bukittinggi juga tengah melakukan pendataan lanjutan terhadap pelajar yang terdampak, termasuk siswa yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah hanyut atau terendam lumpur. Langkah ini dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan yang lebih tepat sasaran.

Wali Kota menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan para donatur akan terus diperkuat guna mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak sebagai generasi penerus, agar mereka tetap memiliki akses pendidikan yang layak meski berada dalam situasi darurat.

“Kita ingin memastikan, di balik bencana, tetap tumbuh harapan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Bukittinggi,” pungkasnya.

Penulis: Rafika Santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *