Bukittinggi, 25 Oktober 2025 — Ribuan mata tertuju ke Bukittinggi akhir pekan ini. Ngarai Sianok Festival 2025 berhasil mengguncang jagat pariwisata nusantara dengan kemegahan acara, semangat budaya, dan pesan mendalam yang menggema hingga lintas negara.
Selama dua hari pelaksanaan (24–25 Oktober 2025) di Janjang Saribu – Ngarai Sianok, festival ini menampilkan harmoni antara alam, budaya, dan kreativitas masyarakat. Sorotan utama datang dari kehadiran 30 anggota Dewan Pendidikan Malaysia yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penyelenggaraan dan nilai edukatif dari setiap rangkaian kegiatan.
> “Kami terpesona dengan bagaimana Bukittinggi menjaga budaya dan menjadikannya atraksi kelas dunia tanpa kehilangan jati diri lokal,” ujar salah satu tamu dari Dewan Pendidikan Malaysia yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Festival ini resmi dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, SH, didampingi Wakil Wali Kota Ibnu Asis, S.TP, serta Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, S.STP, M.Si.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Ngarai Sianok Festival bukan sekadar agenda hiburan, melainkan langkah awal menuju pengakuan nasional.
> “Inilah momentum kebanggaan kita. Bukittinggi harus siap menuju Kharisma Event Nusantara (KEN). Ini awal dari perjalanan besar yang akan menempatkan kota kita di peta wisata nasional dan dunia,” tegas Ramlan Nurmatias.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rofie Hendria menyebut Ngarai Sianok Festival sebagai fondasi menuju kurasi KEN, di mana sebuah event harus terselenggara konsisten selama tiga tahun berturut-turut agar dapat masuk daftar nasional.
> “Kita jadikan festival ini gerbang menuju KEN. Antusias masyarakat, seniman, pelaku UMKM, dan dukungan wisatawan menjadi bukti bahwa Bukittinggi siap bersaing di panggung pariwisata Indonesia,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung semarak — dari Ngarai Sianok Fun Run, Lomba Sketsa Ngarai Sianok, Festival Lagu Minang, hingga Fashion Show bertema alam dan budaya Minangkabau.
Puncak acara dimeriahkan oleh Kintani, Pinki Prananda, dan Saandiko, yang mengguncang panggung hiburan malam dengan perpaduan musik tradisional dan modern Minang.
Tak hanya warga lokal, wisatawan domestik dan mancanegara turut memenuhi area festival. UMKM kuliner dan kerajinan tangan lokal mencatat peningkatan penjualan, menandai dampak ekonomi kreatif yang nyata.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan berbagai komunitas kreatif di bawah kampanye Pesona Indonesia dan Wonderful West Sumatera.
Dengan gema budaya yang mengguncang dan apresiasi internasional yang mulai berdatangan, Ngarai Sianok Festival 2025 menjadi bukti bahwa Bukittinggi tidak hanya menyapa wisatawan — tetapi telah berbicara kepada dunia.
—












