Berita

Dari Bukittinggi untuk Dunia, Cahaya Al-Qur’an Menutup MTQN XLI Sumbar

×

Dari Bukittinggi untuk Dunia, Cahaya Al-Qur’an Menutup MTQN XLI Sumbar

Sebarkan artikel ini
IMG 20251219 WA0000

 

Bukittinggi-Kota Bukittinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah perhelatan, tetapi ruang tempat ayat-ayat suci menemukan maknanya dalam kehidupan. Selama beberapa hari, lantunan Al-Qur’an mengalir, menenangkan jiwa dan menyatukan perbedaan. Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat resmi ditutup pada Kamis (18/12/2025), meninggalkan jejak spiritual yang diharapkan terus hidup dalam denyut masyarakat, jauh setelah panggung perlombaan ditinggalkan.

Penutupan MTQN XLI Sumbar berlangsung khidmat di Lapangan Wirabraja dan ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi. Pada ajang ini, Kota Bukittinggi selaku tuan rumah berhasil meraih juara tiga dengan total 229 poin. Juara dua diraih Kota Padang dengan 239 poin, sementara juara umum kembali diraih Kabupaten Limapuluh Kota dengan 265 poin.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQN XLI Sumbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Sebanyak 1.055 kafilah, terdiri dari 543 putra dan 512 putri, turut ambil bagian dan didampingi oleh 821 orang official.

“MTQN ke-41 tingkat Sumatera Barat mempertandingkan 12 cabang musabaqah dengan 39 golongan, didukung oleh 157 dewan hakim yang terbagi dalam 18 majelis. Seluruh rangkaian lomba dilaksanakan di 16 venue yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Bukittinggi,” jelas Ibnu Asis.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menyampaikan bahwa suksesnya pelaksanaan MTQN XLI menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ia berharap syiar Al-Qur’an yang terbangun selama MTQ tidak berhenti pada seremoni semata.

“MTQ akan menjadi bermakna jika mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Diperlukan keterlibatan seluruh umat dan pemerintah daerah agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh kafilah yang telah berprestasi. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Kabupaten Limapuluh Kota yang kembali mempertahankan predikat juara umum, serta kepada kafilah Bukittinggi yang berhasil meraih posisi tiga besar.

“Terima kasih kepada seluruh kafilah dan official Bukittinggi di bawah pembinaan LPTQ atas prestasi yang diraih. Selamat atas capaian ini, namun jangan berpuas diri. Terus tingkatkan kemampuan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, Kementerian Agama, pengurus masjid, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan MTQN ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Semoga apa yang telah kita laksanakan bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Bukittinggi gemilang, Sumatera Barat unggul, menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada lantunan dan perlombaan semata, tetapi terus mengaji dan mengkaji Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan MTQN XLI Sumbar juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, melalui keterlibatan pelaku UMKM yang difasilitasi selama kegiatan berlangsung. Pada malam penutupan, masyarakat juga disuguhkan penampilan penyanyi religi Haddad Alwi, sekaligus dilakukan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan MTQN XLI Sumbar di Kota Bukittinggi. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ikhtiar kolektif untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup umat.

Penulis: Rafika Santi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *