Berita

Tambang Ilegal Marak di Kasang Limau Sundai: 60 Rakit PETI Beroperasi, Kapolsek Kuantan Hilir Bungkam Saat Dikonfirmasi

×

Tambang Ilegal Marak di Kasang Limau Sundai: 60 Rakit PETI Beroperasi, Kapolsek Kuantan Hilir Bungkam Saat Dikonfirmasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20251019 115258 1

Kuansing — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan awak media pada Senin (20/10/2025), terlihat puluhan rakit dompeng beroperasi di sepanjang aliran sungai, mengubah ratusan hektare lahan menjadi rusak dan berlumpur.

Dari lokasi, tampak jelas kondisi alam sekitar telah porak-poranda akibat aktivitas tambang ilegal tersebut. Lahan yang sebelumnya merupakan area produktif kini berubah menjadi genangan lumpur pekat. Sejumlah warga menyebut, air sungai yang berada hanya beberapa meter dari masjid desa pun telah berubah warna menyerupai lumpur akibat limbah tambang.

“Sekitar 60 rakit PETI beroperasi di Desa Kasang Limau Sundai. Sungai di dekat masjid sudah seperti lumpur Lapindo akibat aktivitas tambang tanpa izin itu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan Pembiaran dan “Main Mata”

Warga juga menuding adanya dugaan pembiaran dari oknum aparat penegak hukum (APH). Menurut sumber tersebut, diduga ada pihak yang bertugas mengutip sejumlah uang setiap bulan dari para pelaku PETI di lapangan.

“Jangan tutup mata dan telinga atas masalah ini. Kami menduga ada oknum yang main mata dengan pengusaha PETI. Uang dikutip tiap bulan, nominalnya bervariasi,” ungkapnya.

 

Penertiban Dinilai Tak Serius

 

Meski penertiban beberapa kali dilakukan, warga menilai tindakan tersebut tidak membawa hasil nyata. “Penertiban sering dilakukan, tapi seperti hanya formalitas. Rakit dompeng hanya ditutupi daun kering lalu dibakar untuk foto laporan. Setelah itu, aktivitas tambang tetap jalan,” ujar warga lainnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai rencana razia penertiban sering kali bocor lebih dulu ke para pelaku tambang. “Setiap kali mau ada razia, kabarnya sudah lebih dulu diketahui. Itu menandakan ada yang membocorkan, mungkin orang yang juga terlibat dalam pengutipan uang,” ucapnya.

Masyarakat berharap pihak kepolisian, khususnya Kapolres Kuansing, turun langsung menindak para pelaku dan pemodal tambang ilegal tersebut. “Kami minta tindakan tegas. Jangan hanya pekerja lapangan yang ditangkap, tapi juga pemodalnya,” tegas salah seorang warga.

Sementara itu, Kapolsek Kuantan Hilir IPTU Edi Winoto yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait maraknya aktivitas PETI di wilayahnya, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim oleh media ini belum dibalas, dan pihak kepolisian terkesan bungkam atas persoalan tersebut. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *