Bukittinggi, 26 Oktober 2025 — Dalam momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, ratusan peserta dari kalangan pemuda, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya menghadiri Serial Dialog Kebangsaan Seri 2 yang digelar di Warung DKI Museum Perjuangan Bukittinggi, Minggu (26/10).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi RRI Bukittinggi, Kementerian Pertahanan RI, Museum Perjuangan Bukittinggi, dan Cikaper Organization, dengan mengusung tema “Membangkitkan Spirit Sumpah Pemuda di Era Digitalisasi.”
Hadir sebagai keynote speaker, H. Hasril Chaniago, budayawan sekaligus wartawan senior, yang menegaskan pentingnya refleksi nilai-nilai masa lalu dalam membangun karakter dan arah kebangsaan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
> “Kita harus berpedoman kepada masa lalu. Semua pengalaman baik perlu dipertahankan, dan jika ada yang buruk, harus kita tinggalkan. Jangan bergantung pada hal-hal yang serba instan, tetapi berusahalah menciptakan sesuatu sesuai kebutuhan agar menghasilkan hal yang lebih baik,” ungkap Hasril Chaniago.
Hasril juga menekankan, dengan sikap reflektif dan semangat kreatif, pemuda harus mampu menempatkan diri sejajar bahkan lebih unggul dibandingkan daerah lain, tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
Diskusi berlangsung hangat dan dinamis, dengan topik menonjol mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Bukittinggi—melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, dan media dalam membangun gerakan kebangsaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Heri Tito Rinaldi, S.H., M.Kn., selaku inisiator kegiatan, menyampaikan bahwa dialog kebangsaan ini menjadi ruang bersama untuk mempertemukan berbagai perspektif dan ide demi kemajuan daerah.
> “Kami berupaya menghadirkan forum yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi pengembangan semangat kebangsaan di kalangan pemuda Bukittinggi,” tutur Tito.












