Daerah

Homestay Bukittinggi Bersatu: Ekonomi Jalan, Ibu-Ibu Tetap Semangat dan Awet Muda

×

Homestay Bukittinggi Bersatu: Ekonomi Jalan, Ibu-Ibu Tetap Semangat dan Awet Muda

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 08 11 at 16.18.54 61c93cd0
Dengan koordinasi yang rapi dan semangat gotong royong, Asosiasi Homestay Bukittinggi siap menyambut tamu dari berbagai daerah dan negara. Foto ; Rafika Santi

KORANINVESTIGASI|Di Kota Wisata Bukittinggi, keramahan Minang berpadu dengan konsep penginapan nyaman lewat kehadiran Asosiasi Homestay Bukittinggi.

Dengan 50 homestay aktif yang tersebar di berbagai sudut kota, asosiasi ini bukan hanya jadi pilihan akomodasi favorit wisatawan, tapi juga jadi mesin penggerak ekonomi lokal.

Sejak awal berdiri, sistemnya sederhana tapi efektif: komunikasi kilat lewat grup WhatsApp, arisan bulanan di rumah anggota, dan saling back-up saat ada tamu datang.

Kalau satu homestay penuh, pemilik langsung arahkan ke anggota lain yang kosong.

“Koordinasinya cuma butuh hitungan menit, tamu selalu dapat tempat,” ujar Ketua Asosiasi Homestay Bukittinggi, Ibu Yuliarti Bachtiar, SE, saat ditemui di stand pameran di halaman Istana Bung Hatta pada Seminar Nasional dan Expo UMKM Festival Hari Lahir Bung Hatta.

Awalnya hanya 17 homestay, kini sudah berkembang jadi 50 unit aktif. Meski ada beberapa rumah yang beralih fungsi menjadi kos-kosan, kapasitas yang ada tetap cukup melayani lonjakan wisatawan, apalagi di musim liburan.

Bukan Sekadar Usaha, Tapi Gaya Hidup

Bagi para anggota yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pensiunan, mengelola homestay jadi aktivitas produktif yang bikin semangat tetap menyala.

“Ini cara mengisi waktu luang yang bermanfaat dan menghasilkan. Rasanya tetap semangat, bahkan awet muda,” kata Yuliarti sambil tersenyum.

Siska Ramdhani, pemilik Galliano Homestay, juga berharap sektor ini semakin profesional.

“Kami ingin ada pemandu wisata yang berkompeten, terutama untuk tamu dari luar negeri. Kalau itu terwujud, Bukittinggi bisa jadi satu-satunya pusat tujuan wisata di Sumatera Barat,” ujarnya.

Legal, Terorganisir, dan Go Digital

Asosiasi Homestay Bukittinggi sudah berbadan hukum, memiliki koperasi, dan masuk kategori UMKM yang diakui Kementerian.

Promosi dilakukan bersama lewat media sosial, terutama Instagram, menampilkan foto-foto homestay yang dikelola penuh sentuhan pribadi.

Konsepnya mengutamakan suasana rumah tinggal, memberi pengalaman berbeda dari hotel konvensional.

50 Homestay Aktif Anggota Asosiasi

Mulai dari Rumah One Homestay Syariah hingga Iraw’s Homestay, semuanya punya karakter unik.

Nama-nama seperti Rumah Gadang Family Homestay, Galliano Homestay Syariah, Rayna Homestay, hingga Balqis Syariah Homestay menjadi bukti keberagaman dan kekuatan jaringan yang solid.

Lebih dari Sekadar Menginap

Di Bukittinggi, menginap di homestay bukan cuma soal tidur nyenyak. Wisatawan bisa merasakan keramahan khas Minang, sarapan ala rumahan, dan cerita-cerita lokal dari pemilik rumah.

Dengan koordinasi yang rapi dan semangat gotong royong, Asosiasi Homestay Bukittinggi siap menyambut tamu dari berbagai daerah dan negara.

Di sini, tamu tak hanya menemukan tempat singgah, tapi rumah kedua di jantung Kota Wisata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *