Koraninvestigasi.com ~ tidak ada nya tranparansi pemerintahan desa terkait perencanaan pembangunan oleh Rio Tanah periuk Hasan Aroni membuat sejumlah masyarakat menyegel kantor desa.
Dugaan penyelewengan dana desa ini tidak hanya berupa kegiatan fiktif tapi juga ada nya indikasi pemalsuan tanda tangan ketua BPD oleh Rio tanah periuk.

Ketua BPD, M, Ziad, Spd saat konfirmasi awak media membenarkan informasi dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut,
“Benar rapat itu tidak ada,dan saya tidak pernah tanda tangan dsitu, terkait perihal pemalsuan tanda ini saya akan kordinasikam dulu dengan APh polres bungo”,ucap ketua BPD.
Sementara kadis PMD Bungo melalui Tresno Kabid pemerintahan desa saat di confirmasi membenarkan informasi penyegelan kantor desa tersebut dan terkesan lepas tangan,
“Benar kalau untuk kantor desa di segel kami sdah dengar, itu hak nya masyarakat dan kami sdah kordinasi dengan camat setempat”, pungkas Kabid.
Kepada bupati terpilih kabupaten Bungo Dedi putra , selesai di Lantik nanti agar segera melakukan rotasi terhadap pejabat fublik nya, evaluasi kadis PMD Bungo karna di nilai tidak becus bekerja terkait konflik Rio tanah periuk dan masyarakat yang menyebabkan terganggunya pemerintahan desa,
Di harapkan kepada Kapolres bungo AKBP Natalena Eko Cahyono agar segera menindak laporan masyarakat terkait dugaan korupsi Rio tanah periuk dan laporan masyarakat terkait Aksi premanisme Rio Hasan Aroni dengan senjata tajam
(Noveria,S.H)












