TEBO || KORANINVESTIGASI.COM – Langkah penertiban tambang emas ilegal di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, terasa sia-sia. Baru beberapa hari lalu digelar razia gabungan yang melibatkan Kepolisian Resor Tebo dibantu TNI dan Pemkab Tebo, namun kini ratusan unit alat tambang atau yang dikenal warga sebagai “peti” kembali beraktivitas dengan leluasa dan lancar seolah tak pernah ada tindakan hukum.
Kondisi ini seolah menjadi pembangkangan sekaligus pelecehan terhadap aparat penegak hukum, apalagi kontras dengan pernyataan tegas Kepala Desa Teluk Langkap, Sukandi, saat proses penertiban berlangsung. Saat diwawancarai awak media kala itu, Sukandi berjanji akan melarang keras dan melaporkan kembali seluruh aktivitas tambang jika para pelaku berani beroperasi lagi di wilayahnya.
Namun kenyataan di lapangan pada Sabtu, 6 Juni 2026, berbanding terbalik dengan janji tersebut. Ratusan peti kembali berjalan aktif. Tidak ada terlihat himbauan, pengawasan, maupun laporan tindak lanjut dari Kapolsek, aparat desa, maupun pihak kepolisian seperti yang pernah disampaikan Kades.
Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi awak media, muncul dugaan kuat bahwa oknum Kepala Desa Sukandi justru terlibat aktif dalam mengatur dan mengkoordinir kegiatan pertambangan tanpa izin tersebut. Ia diduga dibantu oleh oknum-oknum lain yang berinisial A, R, dan P dalam menjalankan aktivitas ilegal ini.
Ketika dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatannya melalui pesan panggilan WhatsApp, Sukandi memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia berdalih bahwa kegiatan tersebut dibiarkan karena ada tujuannya.
“Setoran dari aktivitas peti ini rencananya akan digunakan untuk kegiatan ibadah dan pendidikan di desa,” ungkap Sukandi tanpa merinci besaran maupun mekanisme pengelolaan dana tersebut.
Padahal, keresahan warga akibat aktivitas ini sudah lama terdengar. Bahkan, masyarakat telah melayangkan laporan tertulis kepada aparat penegak hukum agar kegiatan yang merusak lingkungan dan meresahkan itu segera dihentikan.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, sangat berharap Kapolda Jambi melalui Kapolres Tebo turun tangan langsung. Warga meminta agar para koordinator utama kegiatan tambang ilegal ini, termasuk yang diduga memiliki jabatan, segera diamankan dan diproses hukum.
Menurut warga, para koordinator inilah yang menjadi otak utama di balik kerusakan lingkungan yang semakin parah dan menjadi sumber kegelisahan seluruh warga Desa Teluk Langkap. Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata dari aparat untuk menghentikan kembali aktivitas ratusan peti tersebut. (Novi)












